Showing posts with label Serial Communications. Show all posts
Showing posts with label Serial Communications. Show all posts

April 23, 2008

RS-232

RS-232 merupakan standard interface untuk komunikasi asinkron yang menghubungkan Data Terminal Equipment (DTE) dengan Data Communication Equipment (DCE) atau dapat juga menghubungkan antara DTE dengan DTE.

Data Terminal Equipment (DTE) merupakan perangkat yang dilengkapi Universal Asynchronous Receiver and Transmitter (UART) atau Universal Asynchronous Synchronous Receiver and Transmitter (USART) yang dapat mengubah data paralel ke data serial atau sebaliknya. Perangkat DTE ini pada komputer PC disebut Asynchronous Communication Card (COM).

Data Communication Equipment (DCE) adalah perangkat yang dapat mengubah data serial ke besaran analog yang dapat di transmisikan pada saluran transmisi seperti; telepon, listrik atau pemancar radio.

Untuk komunikasi antar computer dapat menggunakan RS-232 dengan perantara kabel. Penggunaan RS-232 ini, jaraknya tidak lebih dari 50 feet pada kecepatan 20 Kbaud. Bila jarak yang dipergunakan lebih dari 50 feet pada kecepatan 20 Kbaud, signal yang ditransmisikan akan mengalami degradasi oleh noise dan attenuasi. Jarak komunikasi dapat diperpanjang beberapa ratus feet, tetapi kecepatan data harus diturunkan, misalnya dengan kecepatan 2400 baud dapat mencapai jarak maksimum 150 feet.

Sinyal RS-232

Serial interface RS-232 memberi ketentuan level logika ’1’ disebut mark terletak antara -3 volt hingga -25 volt dan logika ’0’ disebut space terletak antara +3 volt hingga +25 volt. Daerah tegangan antara -3 volt hingga =3 volt adalah invalid level, yaitu daerah yang tidak memiliki keadaan logika. Standar RS-232 tidak mendefinisikan jumlah bit data antara start bit dan stop bit yang dikirim, tetapi pada umumnya bit data yang dikirim berjumlah 5 sampai 8 bit.

April 21, 2008

Kecepatan Pengiriman Data Serial RS-232

Pada komunikasi data serial mempunyai besaran kecepatan pengisyaratan, oleh karena itu kecepatan yang dimaksud harus dinyatakan dengan setepat-tepatnya. Secara umum ada 3 cara untuk menyatakan kecepatan:

  1. Kecepatan modulasi yang dinyatakan dengan Baud (Bd).
  2. Kecepatan sinyal yang dinyatakan dengan bit per detik (bps).
  3. Kecepatan transmisi yang dinyatakan dengan karakter per detik (cps).
Baud merupakan satuan kecepatan modulasi yang nilainya dipengaruhi oleh waktu elemen sinyal terkecil (satu unit sinyal).
Serial Communication Baud Rate

Penyebab Error Pada Komunikasi Serial

Setiap Komunikasi serial data mempunyai variasi kesalahan (error) yang menyebabkan terjadinya perubahan logika ’0’ menjadi logika ’1’ atau logika ’1’ menjadi logika ’0’. Ada beberapa kesalahan (error) yang penting untuk diketahui yang dapat terjadi Kesalahan (error) tersebut adalah:

  1. Framming Error.

Kesalahan ini terjadi karena penerima tidak menemukan stop bit dari karakter yang datang. Biasanya diakibatkan oleh noise atau degradasi sinyal yang menyebabkan kondisi stop bit berlawanan atau penerima di set pada jumlah 6 bit sedangkan pengirim di set pada jumlah 7 bit sehingga menyebabkan hasil yang tidak dimengerti.

  1. Overrun Error

Kesalahan yang disebabkan salah menentukan baud rate dari kedua perangkat yang berkomunikasi, misalnya pengirim di set 9600 bps sedangkan penerima di set 1200 bps sehingga karakter yang baru datang menindih karakter yang sebelumnnya lebih dahulu tiba tetapi belum selesai di proses.

  1. Parity Error

Kesalahan ini terjadi ketika bit parity yang diterima tidak sesuai. Hal ini biasanya disebabkan oleh kekacauan pada saluran transmisi atau dapat juga disebabkan karena kesalahan pada kedua peralatan yang berkomunikasi. Misalnya receiver di set pada parity enable sedangkan transmitter di set pada parity disable.

Komunikasi Serial ASINKRON

Transmisi Asynchronous memiliki kecepatan data yang bervariasi, oleh karena itu membutuhkan protokol/parameter-parameter yang harus dimengerti oleh peralatan yang ingin berkomunikasi. Parameter itu adalah:

    1. Jumlah bit tiap karakter adalah 5 sampai 8 bit.
    2. Parity bit yang digunakan untuk mendeteksi kesalahan (error) yang berbentuk odd (ganjil), even (genap) atau tanpa parity (no parity).
    3. Jumlah stop bit (1 bit, 1,5 bit, atau 2 bit) dan 1 start bit.
    4. Baud rate atau kecepatan data (bps).

Suatu karakter yang akan ditransfer harus didahului oleh kondisi (high) ke rendah (low) yang dinamakan start bit, yang digunakan untuk mensikronkan antara pengirim dan penerima. Setelah start bit, selanjutnya berisi karakter yang diikuti dengan parity bit dan terakhir adalah stop bit.

Komunikasi data serial Asynchronous

Arah Transmisi Komunikasi Data

  1. Transmisi Satu Arah (Simplex).
Pada sistem ini, komunikasi terjadi satu arah saja, dari pengirim X ke penerima Y. Penerima Y tidak dapat mengirim ke X. Contoh yang dapat diambil dalam arah transmisi ini adalah pemancar radio dan penerima radio.

  1. Transmisi bergantian (Half-Duplex).
Sistim komunikasi hanya dapat dilakukan dalam satu arah diantara dua sistem pada waktu yang sama. Pada saat X mengirim data, Y hanya dapat menerima saja. Demikian sebaliknya saat Y mengirimkan data, X hanya dapat menerima. Contoh dalam komunikasi radio amatir, jika ingin transmit maka receiver off.

  1. Transmisi dua arah (Full-Duplex).
Sistem ini dapat menerima dan mengirimkan data pada waktu bersamaan. Contoh pada sistem ini adalah telephone


Arah Komunikasi Data Serial